Cerita Dewasa Akibat Ketahuan Calon Mertua

Posted on

Selamat datang di Cerita Dewasa Persembahan layarbasah. saat ini Team Cerita mesum ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Dewasa Akibat Ketahuan Calon MertuaSelalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Dewasa Akibat Ketahuan Calon Mertua

bandar sakong terpercaya domino kiu kiu

Cerita Dewasa Akibat Ketahuan Calon Mertua

Dua minggu setelah resmi jadian dengan Ratu, saya semakin gencar mengeskplorasi tubuh pacar baru saya itu. Kami sama-sama belum berpengalaman dalam sex, masih terhitung sebagai newcomer di bidang yang satu ini. Kendati demikian, saya sudah sukses menjelajahi buah dada dan sekitarnya.

Malam minggu itu saya menargetkan menjelajah sekitar selangkangannya. Saya penasaran banget dengan yang namanya vagina cewek.

“Ratu, ayo dong buka. Sedikit aja” pinta saya pada Ratu, sembari menggerayangi wilayah sekitar perut ke bawah.

Ratu kelihatan sangat ketakutan, tapi juga penasaran, kepingin tahu rasanya diobok-obok sama pacarnya sendiri.

“Jangan sayang…” balas Ratu manja, sembari berusaha menepis jari-jemari saya yang mulai berkeringat dan sedikit gemetar.

Nafas saya tersengal. Begitu pun nafas dia. Kami melakukannya di atas sofa ruang keluarga Ratu. Kebetulan di rumah itu cuma ada mamanya Ratu. Menurut Ratu, mamanya sudah tidur. Maklum sudah lewat jam 9 malam.

Setengah jam lebih usaha jari-jari saya menerobos masuk ke selangkangan Ratu gagal. Saya lantas memutuskan untuk pulang. Ratu menahan.

“Kok kamu gitu sih. Sebentar lagi deh sayang…”

“Kamunya sih kayak gini. Kan kita dah resmi jadian…” timpalku.

Kami pun bernegosiasi. Saya menuntut untuk bisa memegang liang vagina pacar saya, sementara dia menolak. Setelah berceramah panjang lebar, Ratu pun menyerah. Dia pasrah saat jari-jemari saya menyusup lewat sela-sela risleting celana jeans belelnya. Matanya terpejam, antara takut dan nikmat, ketika telunjuk saya pelan-pelan menggesek bibir kemaluannya.

Makin lama jari-jari saya makin liar menggesek-gesek, membuat Ratu mendesah-desah.

“Ssshh… mmhhh… mmm…”

Saya makin kencang menggesek. Saya kocok-kocok liang vaginanya itu. Ratu makin keenakan. Saya kian konak mendengar setiap desah nafasnya.

“Ssshhhh… aahhh… Sayang… hmm… aahhh… nakall kamu… aahhh…”

Saya kencangkan volume tivi untuk mengimbangi suara desahan nafas Ratu. Sebab, jarak antara sofa tempat kami bercumbu tak jauh dari kamar mamanya. Celaka kalau sampai mamanya terbangun dan melihat kami sedang bergumul di ruang tamu.

Ratu makin tak karuan mendesah,

“Sssshhh… emmmhh… Sayang… oohhh…”

Saya konak berat. Batang kemaluan saya sudah keras menyodok-nyodok ingin keluar dari peraduannya. Tapi, saya belum berani untuk mengeluarkannya, takut kalau nanti mamanya bangun, bisa berabe jadinya. Alhasil saya cuma bisa menggesek-gesekkan batang penis saya ke paha Ratu. Sambil bergesek ria, jari-jemari saya terus melakukan eksplorasi di liang vagina Ratu yang basah. Memeknya masih rapat. Yah, namanya juga perawan. Bulu-bulunya halus. Sesekali saya cabut jari-jari saya dari liang vagina itu, lalu saya jilati dan saya masukkan ke mulut Ratu.

“Ssshhh… hhmmm…”

Pukul 10 malam permainan eksplorasi saya di selangkangan Ratu berakhir. Ratu lemas lunglai saya buat. Dia terus menggelendot di tubuh saya sampai saya masuk ke sedan tua peninggalan ayah saya. Sejak kejadian malam itu, saya kian sering bergumul dengan pacar saya, di rumahnya. Saya colok-colok liang kemaluannya, dan Ratu pun sudah berani membalasnya dengan meremas-remas batang penis saya. Kami melakukanya tanpa bertelanjang.

Hingga pada suatu ketika saya memutuskan untuk lebih berani lagi melakukan sex dengan pacar ini. Celana panjang saya dan celana Ratu saya turunkan sebatas dengkul, hingga kami bisa sama-sama jelas menyaksikan barang masing-masing berada dalam kondisi konak. Seperti biasa, permainan ini kami lakukan saat mamanya Ratu sudah tertidur. Sepanjang permainan ini lampu ruang tamu rumah kami buat temaram.

Sementara volume tv digedein. Dengan begitu, suara-suara desahan Ratu tak begitu mencolok. Saya dan pacar saya yakin sekali permainan kami aman. Sebab, mamanya Ratu kalau sudah tidur tidak akan bangun-bangun lagi.

Tante Ani, mamanya Ratu, seorang janda. Meskipun usianya sudah masuk kepala empat, namun masih seksi. Saya suka konak kalau melihat dia memakai daster, atau jeans ketat. Pantatnya terlihat seksi. Yang paling menarik darinya adalah buah dadanya yang mancung. Ditambah paras wajahnya yang ayu, menjadikan tante Ani menantang sekali bagi setiap lelaki.

Malam itu saya dan Ratu sudah semakin berani melakukan eksplorasi seks di ruang tamu rumahnya. Tubuh kami sudah separuh bugil, dimana celana kami sudah melorot ke bawah mata kaki walaupun tetap masih menempel.

Penis saya berdiri tegak lurus seperti rudal yang siap diluncurkan dari porosnya. Sementara liang vagina Ratu yang merah terbuka lebar seakan tersenyum renyah kepada penis saya. Meski demikian, kami masih sama-sama takut untuk melakukan ML. Yang berani saya lakukan hanyalah petting.

“Hhmmm… ssshh… aahhhh…” Ratu tak henti-hentinya mendesah setiap saya gesek-gesekkan batang penis saya. Makin lama makin cepat saya gesekkan.

bandar sakong terpercaya domino kiu kiu